SERANG, – Bantuan untuk Koprasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak covid-19 tengah berlangsung di seluruh Indonesia termasuk Kota Serang. Pasalnya, ditengah proses pencairan modal usaha senilai Rp2,4 Juta tersebut terendus dugaan pemotongan nominal uang secara bervariatif.
Merespon hal itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi, dan UMK Kota Serang, Akhmad Zubaidilah memastikan diinternal Disperindagkop sendiri tidak ada satupun yang terlibat dalam pemotongan bantuan tersebut.
“Udah dipastikan dari dinas sendiri ngga ada,” ucap Akhmad kepada awak media usai menggelar pertekuan dengan pelaku UMKM di Kota Serang, Selasa (27/10/2020).
Akhamd menyebut, bahwa informasi bredar diluar bukan prihal pemotongan UMKM, melainkan terkait bantuan sosial dari pemerintah kota serang untuk warga terdampak covid-19, namun, pihaknya menyarankan agar kadernya tidak menerima bantuan dari warga tersebut.
“Ketika rapat kemarin terkahir saya bilang ada informasi ada pungutan, itu ada mungkin kader mengorganisir 5 sampai10 orang, dia (kader,red) mau mengambil uang itu (Bantuan Pekot Serang) dari APBD untuk transportasi, tapi kita tolak, udah ngga usah fasilitasi saya, karena ini ngga ada dananya, (Bantuanya,red) untuk masyarajat aja,” ungkapnya.
Akhmad pun kembali memastikan Disperindagkop tidak pernah meminta ataupun menerima sumbangsih bantuan dari warga.
“Jadi dari Disperindagkop menolak semuanya,” tegasnya.
Terkahir, Akhmad pun memerintah jajaran Perindagkop untuk melakukan pemantauan diseluruh kecamatan penerima bantuan UMKM
“Kami menyarankan pak Kabid untuk memantau semua kecamatan diseluruh kelurahan, Pengawasanya akan kita tingkatkan,” ujarnya, (jen/red)
Soal Dugaan Pungli Bantuan UMKM, Begini Respon Disperindagkop



