PANDEGLANG, — Aksi demonstrasi kembali digelar Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Pandeglang (AMP3) di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Pandeglang, Jumat (12/12/2025).
Aksi ini merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya yang menyoroti dugaan pungutan terhadap guru yang diduga berkedok koperasi di tubuh PGRI Kabupaten Pandeglang.
Ketua Umum AMP3, Rapiudin, mengatakan bahwa aksi jilid II ini terpaksa dilakukan karena hingga kini tidak ada tindak lanjut dari Bupati Pandeglang atas tuntutan mereka pada aksi pertama.
“Kami menduga adanya konspirasi antara Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan PGRI. Pertanyaan kami, apakah benar ada pihak-pihak yang menikmati pungutan tersebut? Ini harus dijawab secara terbuka,” ujar Rapiudin dalam orasinya.
Korlap I AMP3, Imbron Rosadi, menegaskan bahwa pihaknya mendatangi Inspektorat untuk mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap keuangan PGRI Kabupaten Pandeglang.
“Kami meminta Inspektorat segera melakukan audit. Dugaan pungutan yang dibungkus dengan nama koperasi harus dibuka terang-benderang,” tegasnya.
Sementara itu, Korlap II, Adistira, mengatakan bahwa AMP3 akan terus mengawal isu ini hingga tuntas. Ia menilai dugaan eksploitasi terhadap guru merupakan persoalan serius yang tidak boleh diabaikan.
“Jika hari ini tidak ada kejelasan, kami akan terus melanjutkan aksi. Kami tidak akan berhenti sampai kasus dugaan eksploitasi guru ini benar-benar dituntaskan,” ujarnya.
AMP3 menyatakan komitmennya untuk melanjutkan aksi hingga pemerintah daerah memberikan respons resmi serta langkah konkret terkait tuntutan mereka. ***



