SERANG, Updatenews.co.id – Buntut pemasang spanduk King of the King Polres Serang Kota panggil 2 warga yang diduga otak pemasangan spanduk di Lingkungan Karang Dawa Barat, Keluraha Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Keduanya itu bernama Tarmidzi (50) Asal Kabupaten Serang dan Asmawi (60) Warga Kota Serang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya dinyatakan tidak bersalah oleh pihak kepolisian karena kedua warga tersebut merupakan korban penipuan dan tidak mengetahui keberadaan kelompok King of the King.
“Sesuai hasil penyelidikan tadi, kedua orang ini tidak tahu itu king of the king, karena awalnya yang bersangkutan menawarkan bisnis tanah dan ditawarkan untuk menyantuni anak yatim, sehingga mengikuti apa yang disampaikan temannya di Tanggerang itu,” ucap Kapolresta Serang Kota Edi Cahyono kepada awak media, Jum’at (31/1/2020)
Ia menjelaskan, pemasangan spanduk yang meresahkan warga tersebut atas perintah salah satu kelompok king of the king dan diantarkan ke Serang dengan angan-angan bantuan santunan.
Masih Edi, kedua warga yang berprofesi ustad di kampungnya tersebut hanya berharap dengan pemasangan spanduk itu bantuan terhadap anak yatim dapat terealisasi.
“Yang dua orang ini tidak menyetak spanduk, cuma memasang doang karena spanduk diantarkan dari Tangerang. Soalnya mereka tidak mengetahui, mereka hanya berharap dengan hubungan ini bisa mendapatkan uang untuk santunan anak yatim,” tukasnya.
Sementara dalam keterangannya, Tarmidi memberikan kesaksian, ia mengaku ditunjuk langsung untuk memasang spanduk King of the king. Namun, pihaknya tidak mengetahui keberadaan kelompok king of the king ini meresahkan masyarakat.
Dikatakan Tadmizi, awalnya pergi ke Karawaci Tanggerang bertemu dengan kelompok King of the King untuk bisnis pembebasan tanah, ia merasa dirayu untuk mengurus dan mendata jumlah anak yatim piatu dan pati jompo untuk diberikan bantuan berupa santunan.
“Bukannya diangkat tetapi ditunjuk 2 kali, saya kesana diminta untuk mendata yatim dan jompo oleh pak Nata, kami ke Karawaci tujuannya masalah pembebasan tanah, ketemuanlah disana dengan pak hj Jamlan, mungkin kejadian itu 3 bulan yang lalu,” tandasnya. (Jen/red)



