PANDEGLANG, – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah kembali menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat kurang mampu. Salah satu warga yang merasakan langsung kemudahan tersebut adalah Dewi Suningrat, warga Kampung Pabuaran, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.
Dewi mengaku sangat bersyukur karena dirinya dan keluarga terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yaitu program jaminan kesehatan yang iurannya sepenuhnya dibayarkan oleh pemerintah.
Rasa syukur Dewi semakin besar ketika ibundanya membutuhkan penanganan medis serius berupa terapi cuci darah atau hemodialisis. Terapi ini harus dijalankan secara rutin dan berkelanjutan, biasanya dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Tanpa jaminan kesehatan, biaya untuk menjalani cuci darah bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulan, yang tentunya sangat berat bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Dewi menceritakan bahwa ibundanya mulai membutuhkan terapi cuci darah setelah mengalami gangguan ginjal yang mengharuskan tindakan medis segera. Kondisi itu membuat keluarganya sempat panik dan khawatir mengenai biaya pengobatan.
Namun setelah memastikan bahwa ibundanya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN, semua kekhawatiran tersebut perlahan sirna. Seluruh layanan cuci darah dapat dilakukan di RSUD Berkah Pandeglang tanpa mengeluarkan biaya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Jika bukan karena JKN dari segmen PBI, entah bagaimana kami harus membayar biaya cuci darah ibu. Sekarang ibu bisa menjalani cuci darah rutin dengan tenang di RSUD Berkah Pandeglang,” ujar Dewi kepada media pada Rabu, 3 Desember 2025.
Dewi mengatakan, terdaftar sebagai peserta JKN benar-benar menyelamatkan keluarganya dan menjadi harapan besar bagi kesehatan ibundanya.
Untuk diketahui, program PBI JKN ditujukan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang datanya bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Melalui verifikasi yang ketat, pemerintah memastikan bahwa peserta PBI benar-benar berasal dari keluarga yang masuk dalam kategori membutuhkan. Iuran peserta dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah, sehingga mereka dapat mengakses berbagai layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.
Layanan cuci darah menjadi salah satu bukti penting dari manfaat JKN, terutama bagi peserta PBI. Terapi ini tidak hanya memerlukan biaya besar, tetapi juga harus dilakukan berulang kali dan dalam jangka panjang.
Dengan adanya jaminan JKN, peserta dapat menjalani perawatan sesuai jadwal tanpa harus menunda pengobatan karena alasan ekonomi. Hal ini membantu menjaga kualitas hidup pasien yang mengalami gagal ginjal kronis.
Dewi mengaku, pelayanan di RSUD Berkah Pandeglang berjalan baik. Rumah sakit tersebut menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan di Kabupaten Pandeglang yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk layanan hemodialisis. Tenaga kesehatan memberikan pendampingan kepada setiap pasien, termasuk memastikan mereka mendapatkan jadwal rutin dan penanganan yang aman.
Selain memberikan perlindungan kesehatan, program PBI JKN juga meringankan beban psikologis keluarga peserta. Dewi mengatakan, saat ekonomi sedang sulit dan biaya hidup meningkat, bantuan seperti ini sangat berarti.
“Saya berharap program ini terus ada dan semakin baik ke depannya. Banyak keluarga seperti kami yang sangat bergantung pada JKN,” ungkapnya.
Secara nasional, PBI JKN menjadi salah satu pilar utama dalam percepatan pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Dengan semakin banyak masyarakat miskin yang mendapatkan jaminan kesehatan, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang menunda pengobatan atau bahkan mengalami komplikasi serius akibat tidak mampu membayar biaya medis.
Kisah Dewi Suningrat menjadi gambaran jelas betapa pentingnya keberadaan JKN, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Program ini bukan hanya soal pelayanan kesehatan, tetapi juga terkait harapan, kelangsungan hidup, dan masa depan keluarga.
Dalam situasi sulit sekalipun, negara hadir memberikan perlindungan nyata melalui program jaminan kesehatan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat kecil. (Adv)



