SERANG — Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) Akan merevegetasi wilayah lebak yang terdampak banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu. Pasalnya, revegetasi tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi tanah dengan penanaman pohon vetiver akar wangi. Sebab, dinilai vetiver dapat menahan longsoran tanah.
“Ada 144 titik yang rawan longsor. Sementara yang longsor kemaren ada 54 titik, nah yang 54 itu kita revegetasi. Selain pakai akar wangi, juga akan tanam pohon salah satunya pohon jengkol,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Husni Hasan saati ditemui di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (20/02/2020).
Menurutnya, melalui koordinasi dengan wakil Gubernur Andika Hazrumy ada beberapa pohon yang akan ditanam di lokasi rawan longsor, diantaranya pohon jengkol dan pohon pinus, dengan penanaman pohon tersebut pihaknya optmisi akan menstabilkan fungsi tanah.
“Kita optimis untuk penanaman pohon ditanah seluas 4000 Ha, pohon jengkol yang dibutuhkan sekitar kurang lebih 1 jutaan. Jengkol yang kita pilih adalah jengkol yang bersertifikat, jadi berkualitas super,” ujarnya.
Husni menjelaskan, secepatnya akan membuat pertemuan kembali terkait wacana penanaman pohon-pohon tersebut, mengingat kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) bukan hanya masuk wilayah Banten.
“Nanti kita rapatkan lagi, kita bersama sama karena bukan hanya di Lebak, tetapi juga di Bogor. Jadi lintas daerah,” ungkap Husni.
Husni berharap, dengan perencanaan penanaman pohon akan membuat fungs-fungsi tanah sebagai serapan Air bisa maksimal, karena Banten rawan bencana. Untuk itu, pihaknya memfokuskan pada penanaman pohon di area rawan.
“Kita berharap kedeannya tidak ada lagi bencana longsor, pemprov telah berupaya untuk melakuan yang terbaik dalam menstabilkan kondisi lebak,” pungkasnya. (jen/red)



