ACEH, – Sahri Solid (59) pria kelahiran Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten saat ini sangat membutuhkan bantuan dari Para Dermawan. Pasalnya, Sahri saat ini dalam kondisi sakit parah dan tak mampu berobat karena tak memiliki biaya.
Sahri bersama istri dan anaknya tengah berada di Aceh sejak tahun 2010 silam, bermaksud ingin mengadu nasib, tapi nasib berkata lain, kini kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatan dan ongkos pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Pandeglang-Banten.
“Semalam saya dihubungi seseorang yang saya kenal, yakni adik iparnya Pak Sahri. Saya diminta bantuan untuk bisa memulangkan kakaknya sekeluarga yang sedang merantau ke Aceh, dan kini dalam keadaan sakit disana. Keadaan di sana memprihatinkan, badan pak Sahri hanya tinggal kulit yang membungkus tulang,” tulis akun Facebook Akhsan Sapuri seperti dikutip dari postingan Facebook miliknya.
Dalam postingan tersebut dijelaskan jika Sahri bekerja pada sebua perusahaan pengelola sawit yang lokasinya berada hutan Provinsi Aceh, namun tak lama kemudian Sahri berhenti dari perusahaan tersebut dan beralih mengelola ladang penduduk. Sejak itu, ia selalu berpindah-pindah tempat bekerja.
“Sejak tahun 2019, ia sakit lambung. Sempat dirawat di puskesmas dan dirujuk ke RSUD setempat. Namun, setelah beberapa hari dirawat, ia minta pulang, karena memikirkan isterinya yang menemaninya di RS tak memiliki bekal. Istrinya hanya bekerja sebagai buruh cuci, dan di Aceh pun menumpang di rumah orang,” ungkapnya.
“Pak Sahri memiliki 2 orang anak. Anak pertama laki-laki bernama Fahri, baru lulus SMP. Dan saat ini tidak bersekolah karena ketiadaan biaya. Anak yang kedua perempuan, kelas 5 SD,” tulisnya lagi.
Akun Facebook Akhsan Sapuri mengungkapkan, jika keluarga Sahri di Pandeglang juga memiliki ketebatas ekonomi sehingga pihak keluarga tidak bisa memulangkan Sahri beserta keluarganya dari Aceh.
“Saya meminta tolong orang-orang baik di sini, untuk bisa membantu mereka. Saat ini Pak Sahri tinggal di Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh,” tuturnya. (**)



