PANDEGLANG, — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Manfaat besar dari program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini dirasakan langsung oleh Ato Juanto (42), warga Kampung Ganjur, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Pria kelahiran 1984 itu sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Ia mengaku sangat bersyukur karena kartu JKN membantunya menjalani operasi benjolan di bagian selangkangan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan yang besar. Tindakan medis tersebut dilakukan di RSUD Berkah Pandeglang dan seluruh biaya pemeriksaan, operasi hingga masa pemulihan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.
Bagi Ato, keberadaan JKN bukan sekadar program layanan kesehatan, tetapi menjadi penyelamat di tengah keterbatasan ekonomi yang ia hadapi sebagai pencari nafkah keluarga.
“Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Kalau harus bayar sendiri, mungkin saya tidak sanggup. BPJS Kesehatan benar-benar jadi solusi untuk masyarakat kecil seperti saya,” ujar Ato.
Ia menceritakan, awalnya benjolan di bagian selangkangan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit sehingga ia menganggapnya sebagai hal biasa. Namun seiring berjalannya waktu, ukuran benjolan terus membesar dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Awalnya tidak terasa sakit, jadi saya pikir biasa saja. Tapi lama-lama makin besar sampai mengganggu, bahkan saya kesulitan berjalan dan bekerja,” tuturnya.
Kondisi itu akhirnya mendorong Ato untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga medis menyarankan agar ia segera dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui tindakan operasi.
Mendengar kata operasi, Ato sempat diliputi kekhawatiran. Sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu, ia mengaku sempat memikirkan bagaimana harus menanggung biaya pengobatan.
Namun, rasa cemas itu sirna setelah mengetahui bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung melalui kepesertaannya sebagai peserta JKN kelas 3 yang iurannya dibayarkan pemerintah.
“Begitu tahu semua ditanggung BPJS, saya merasa lega. Saya bisa fokus untuk sembuh tanpa harus memikirkan biaya yang besar,” katanya.
Menurut Ato, pelayanan yang ia terima selama menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang sangat memuaskan. Meski hanya terdaftar sebagai peserta JKN kelas 3, ia mengaku mendapatkan perlakuan yang sama baiknya dengan pasien lainnya.
“Pelayanannya sangat baik. Dokter dan perawatnya ramah, cepat tanggap, dan tidak ada perbedaan pelayanan meskipun saya pakai BPJS kelas 3,” ungkapnya.
Selain kualitas pelayanan medis, Ato juga mengapresiasi proses administrasi yang mudah dan tidak rumit. Ia merasa terbantu karena seluruh tahapan dijelaskan dengan baik oleh petugas rumah sakit.
“Prosesnya mudah, petugas juga membantu menjelaskan semuanya. Jadi, kami sebagai pasien tidak bingung,” tambahnya.
Pengalaman Ato menjadi gambaran nyata bagaimana program JKN memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas. Bagi pekerja sektor informal seperti dirinya, biaya operasi dan pengobatan seringkali menjadi beban berat yang sulit dijangkau tanpa adanya perlindungan kesehatan.
Melalui sistem gotong royong yang diterapkan dalam JKN, masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya tinggi. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga negara mendapatkan hak kesehatan secara merata.
Ato berharap program JKN dari BPJS Kesehatan dapat terus dipertahankan dan diperkuat agar manfaatnya semakin luas dirasakan, terutama oleh masyarakat kurang mampu di daerah pelosok.
“Harapan saya BPJS Kesehatan ini terus ada dan semakin baik. Banyak masyarakat kecil di daerah seperti saya yang sangat membutuhkan program ini,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kepesertaan JKN dan tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan ketika mengalami keluhan medis.
“Jangan takut periksa kalau sakit. Kalau saya tidak segera periksa, mungkin kondisinya bisa lebih parah,” pesannya.
Kisah Ato Juanto dari pelosok Pandeglang menjadi bukti bahwa program JKN telah menghadirkan harapan nyata bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan ekonomi, kehadiran BPJS Kesehatan bukan hanya meringankan beban biaya pengobatan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.
Cerita ini menjadi pengingat bahwa akses kesehatan yang merata adalah fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui program JKN, negara terus berupaya hadir hingga ke pelosok negeri untuk memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan untuk sehat hanya karena keterbatasan biaya. (ADV)



