PANDEGLANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menggelar Sosialisasi Surat Edaran Nomor 67/Sekjen/2026 tentang Program DWP Mengajar, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta, serta santunan kepada anak yatim di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota DWP di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang yang berasal dari unsur madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), pengawas madrasah, penyuluh agama, hingga pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang.
Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Asmawati Jamal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata DWP terhadap program-program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam bidang pendidikan, perlindungan anak, dan penguatan karakter.
Menurutnya, Program DWP Mengajar dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi peserta didik.
“Kami berharap seluruh anggota DWP dapat menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghormatan terhadap hak-hak anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong terciptanya budaya pendidikan yang ramah anak serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Jamaludin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung berbagai program strategis Kementerian Agama.
“Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda melalui berbagai program edukatif dan sosial. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak,” katanya.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yaitu Hj. Tati Jumiati, M.Pd. dan Hj. Reni Suwenti, S.Pd.I., M.M. Keduanya memaparkan materi terkait implementasi Program DWP Mengajar serta upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta yang saat ini menjadi salah satu fokus penguatan pendidikan karakter di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membangun budaya kasih sayang, penghormatan terhadap hak anak, serta menciptakan ruang belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
Selain kegiatan sosialisasi, DWP Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang juga memberikan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Panitia Kegiatan, Ansoriah Masnun, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DWP dalam mendukung program Kementerian Agama sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman kepada anggota DWP terkait Program DWP Mengajar dan Kurikulum Berbasis Cinta, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan nilai-nilai pendidikan yang ramah anak, penuh cinta, dan bebas dari kekerasan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang berharap seluruh anggota dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi yang berakhlak mulia.


