JAKARTA – Kabar membanggakan datang dari dunia bulutangkis Banten. Pebulutangkis muda Ghina Khairani Guniandi sukses mengharumkan nama Provinsi Banten setelah meraih gelar juara nomor tunggal taruna putri pada Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026.
Bertanding di partai final yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Jakarta, Sabtu (1/8/2026), atlet binaan Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya/Banten itu tampil impresif saat mengalahkan wakil Djarum Kudus, Hani Miftasari, dalam dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-11.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Banten, H. Sudarto Adinagoro. Ia menyebut gelar yang diraih Ghina menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banten sekaligus bukti bahwa daerah ini memiliki bibit-bibit atlet bulutangkis berkualitas.
“Prestasi ini sangat membanggakan bagi pecinta bulutangkis Banten dan masyarakat Banten pada umumnya. Kapolri Cup merupakan kejuaraan bergengsi yang diikuti hampir seluruh pebulutangkis muda terbaik Indonesia. Ghina berhasil menjadi juara, ini adalah prestasi yang luar biasa,” ujar Sudarto.
Menurutnya, keberhasilan Ghina merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan latihan yang dijalani tanpa mengenal lelah.
“Ghina memang salah satu talenta muda terbaik yang dimiliki Banten. Gelar ini menjadi bukti hasil kerja kerasnya selama ini,” katanya.
Meski demikian, Sudarto mengingatkan agar atlet muda tersebut tidak cepat berpuas diri.
“Semoga gelar ini menjadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras dan lebih disiplin. Perjalanan kariernya masih panjang dan peluang meraih prestasi yang lebih tinggi masih terbuka lebar,” tambahnya.
Tampil Tenang di Partai Final
Di laga puncak, Ghina sempat mendapat perlawanan sengit dari Hani Miftasari, terutama pada gim pertama. Namun, dengan permainan yang tenang dan pertahanan yang solid, ia mampu mengendalikan pertandingan hingga akhirnya menutup laga dalam dua gim langsung.
Usai pertandingan, Ghina mengaku sangat bersyukur bisa kembali membawa pulang gelar juara.
“Jadi juara pastinya senang dan bersyukur. Gelar ini saya persembahkan untuk diri saya sendiri, pengurus klub, dan semua yang sudah memberikan dukungan kepada saya,” ungkap Ghina.
Ia mengungkapkan, final Kapolri Cup 2026 merupakan pertemuan kelima melawan Hani Miftasari.
“Dengan Hani ini pertemuan kelima. Sekarang rekor pertemuan menjadi 3-2 untuk saya,” ujarnya.
Ghina mengaku telah mempersiapkan strategi khusus menghadapi lawannya yang dikenal agresif.
“Lawan cenderung bermain menyerang, jadi saya fokus memperkuat pertahanan agar dia melakukan kesalahan sendiri. Suasana pertandingan juga sangat meriah sehingga adrenalin saya meningkat. Saya berusaha tetap tenang dan sesekali berteriak untuk menghilangkan rasa gugup,” katanya.
Back to Back Juara Kapolri Cup
Keberhasilan tahun ini terasa semakin istimewa karena Ghina berhasil mempertahankan dominasinya di ajang Kapolri Cup. Tahun lalu, ia sukses menjadi juara di kategori usia remaja, sedangkan tahun ini naik kelas dan kembali menjadi juara di kategori taruna.
Prestasi back to back tersebut menjadi modal penting bagi Ghina untuk mengejar target berikutnya.
“Tahun lalu saya juara di kategori remaja, sekarang juara di taruna. Tentu saya sangat senang bisa mempertahankan gelar. Saya berharap bisa terpilih masuk skuad World Junior Championships (WJC) 2026. Semoga hasil ini menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.
Keberhasilan Ghina menjuarai Kapolri Cup 2026 kembali menegaskan bahwa Banten terus melahirkan atlet-atlet muda potensial yang mampu bersaing di level nasional. Dengan usia yang masih muda dan sederet prestasi yang telah diraih, Ghina Khairani Guniandi kini menjadi salah satu harapan Indonesia untuk bersinar di panggung bulutangkis internasional.



