Pandeglang, – Ketua Kaderisasi Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Syekh Manshur, Gamal Arya Mandalika, menegaskan bahwa Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ke-V merupakan tahapan kaderisasi formal yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta meningkatkan militansi kader PMII.
Pelatihan yang mengusung tema “Manifesto Kader Mujahid yang Cakap Secara Keilmuan dan Gerakan dalam Merawat Peradaban” tersebut diselenggarakan pada 3–5 Juli 2026 di Kampus Syekh Manshur. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kader agar mampu menjawab tantangan zaman melalui penguatan intelektual dan gerakan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta semangat kebangsaan.
Menurut Gamal, kader PMII tidak cukup hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Melalui PKD Ke-V ini, kami ingin melahirkan kader mujahid yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga cakap secara keilmuan dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai PMII dalam gerakan nyata. Kader harus menjadi pelopor perubahan yang mampu menjaga, membangun, dan merawat peradaban melalui kontribusi intelektual maupun aksi sosial,” ujar Gamal Arya Mandalika.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologi, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, keislaman, analisis sosial, hingga strategi gerakan organisasi. Selain itu, peserta juga didorong membangun budaya diskusi, mengasah kemampuan berpikir analitis, serta meningkatkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin masa depan.
Gamal berharap seluruh peserta menjadikan PKD sebagai titik awal perjalanan pengabdian di PMII. Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi tidak berhenti setelah pelatihan berakhir, tetapi harus terus berlanjut melalui aktivitas organisasi, pengembangan kapasitas intelektual, dan pengabdian kepada masyarakat.
“PKD adalah awal dari proses pembelajaran yang panjang. Kader harus terus belajar, mengembangkan diri, dan hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Dengan begitu, nilai-nilai PMII dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan Kader Dasar Ke-V, PK PMII Syekh Manshur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi sebagai fondasi organisasi dalam melahirkan kader yang berintegritas, berwawasan luas, progresif dalam gerakan, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan peradaban.


