PANDEGLANG – Inovasi menarik dilakukan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PLP) Kelompok 29 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Mereka menghadirkan Kartu Perpustakaan Digital berbasis barcode untuk mempermudah pelayanan peminjaman dan pengembalian buku di SMPN 1 Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.
Program ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendorong transformasi pelayanan perpustakaan sekolah dari sistem pencatatan manual menuju pemanfaatan teknologi digital.
Melalui kartu berbasis barcode tersebut, proses identifikasi siswa dan pencatatan transaksi peminjaman maupun pengembalian buku diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, praktis, dan tertata.
Inovasi ini berawal dari saran Eva Mayasofa, S.E., selaku guru pamong mahasiswa MPI PLP Kelompok 29. Ia mengusulkan pembuatan kartu perpustakaan untuk membantu meningkatkan ketertiban administrasi pelayanan perpustakaan.
Menindaklanjuti usulan tersebut, mahasiswa kemudian berkoordinasi dengan Rini Artini, S.Ap., selaku pengelola perpustakaan SMPN 1 Karangtanjung, guna merancang sistem kartu yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan sekolah.
Sebelumnya, pelayanan peminjaman dan pengembalian buku masih mengandalkan pencatatan secara manual melalui buku administrasi. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menghadirkan alternatif pelayanan yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi barcode.
Proses pembuatan kartu dilakukan melalui beberapa tahapan. Dimulai pada 28 September dengan tahap perencanaan (planning), kemudian dilanjutkan pada 1 Oktober melalui tahap pengorganisasian (organizing), yakni pengumpulan dan pengelompokan data siswa berdasarkan jenjang serta kelas menggunakan Microsoft Excel.
Selanjutnya, pada 10 Oktober, mahasiswa memasuki tahap pelaksanaan (actuating) dengan memasukkan data siswa ke dalam aplikasi Inslite sebagai bagian dari proses pembuatan kartu digital.
Setelah itu, dilakukan tahap pengawasan dan pengujian (controlling) untuk memastikan setiap barcode pada kartu dapat dipindai dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Hasilnya, Kartu Perpustakaan Digital selesai dibuat dan mulai dibagikan kepada seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX pada 30 Oktober.
Tidak hanya membagikan kartu, mahasiswa juga memberikan sosialisasi dan panduan penggunaan kepada siswa di setiap kelas. Hal ini dilakukan agar seluruh siswa memahami cara menggunakan kartu ketika mengakses layanan perpustakaan.
Teuku Faisal Rachmadani, perwakilan mahasiswa MPI PLP Kelompok 29, mengatakan inovasi tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi di era digitalisasi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan perpustakaan dapat membantu meningkatkan efektivitas administrasi sekaligus memberikan kemudahan bagi siswa maupun petugas perpustakaan.
“Di era digitalisasi seperti sekarang, pemanfaatan teknologi menjadi hal yang penting untuk diterapkan, termasuk dalam pelayanan perpustakaan. Melalui kartu perpustakaan berbasis barcode ini, kami berharap proses peminjaman dan pengembalian buku dapat menjadi lebih mudah, cepat, dan tertata,” ungkapnya.
Dalam penerapannya, setiap siswa diwajibkan membawa Kartu Perpustakaan Digital saat berkunjung ke perpustakaan. Petugas kemudian memindai barcode untuk mengidentifikasi siswa dan mencatat transaksi buku melalui sistem digital.
Dengan mekanisme tersebut, aktivitas peminjaman dan pengembalian buku diharapkan dapat terdokumentasi secara lebih sistematis sehingga pengelolaan administrasi perpustakaan menjadi lebih tertib.
Program ini merupakan hasil kontribusi empat mahasiswa MPI PLP Kelompok 29, yakni Teuku Faisal Rachmadani, Amalia Az-Zahra, Faturrahman, dan Riyanti.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa berharap Kartu Perpustakaan Digital tidak hanya menjadi program selama pelaksanaan PLP, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah.
Kehadiran sistem ini sekaligus menjadi contoh bahwa transformasi digital di dunia pendidikan dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk memperbaiki sistem administrasi dan pelayanan perpustakaan.
Dengan demikian, perpustakaan sekolah diharapkan semakin modern, efisien, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dalam mendukung budaya literasi siswa.


