PANDEGLANG – Dalam rangka memperingati lebaran anak yatim yang jatuh pada 10 Muharram 1448 hijriah, Majelis Dzikir Al-Faruq menggelar acara santunan anak yatim yang dilangsungkan di Majelis Dzikir Al-Faruq, yang berlokasi di Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Pandeglang, pada Jumat 26 Juni 2026.
Pimpinan Majelis Dzikir Al Faruq Banten, KH Syaiful Anwar yang akrab disapa Abi Al Faruq mengatakan, 10 Muharram kerap diperingati sebagai lebaran anak yatim. Oleh karna itu, pada momentum ini pihaknya ingin memberikan sedikit kebahagiaan kepada para anak yatim yang ada di kabupaten Pandeglang.
“Pada hari ini syukur alhamdulillah kita dapat melaksanakan santunan anak yatim dalam rangka memperingati 10 Muharram sebagai hari lebarannya anak yatim,” kata Abi Al Faruq.
“Tahun ini kurang lebih ada 350 anak yang mengikuti acara ini, sebetulnya kegiatan santunan ini sudah rutin kita lakukan setiap minggunya, jadi tidak hanya setahun sekali” sambungnya.

Ditegaskan Abi Al Faruq, bahwa 10 Muharram atau lebaran anak yatim ini harus dijadikan momentum oleh seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan para anak yatim.
“Saya mengajak kepada semuanya untuk lebih memperhatikan anak-anak yatim, karena mereka ini betul-betul butuh kasih sayang, butuh support untuk terus berkembang, karena mereka ini merupakan masa depan bangsa” tegasnya.
Abi Al Faruq juga berpesan kepada para anak yatim untuk terus belajar agar kelak menjadi putra-putri terbaik bangsa Indonesia.
“Ya, salah satunya belajar, intinya mereka dituntut untuk belajar, karena mereka ini generasi bangsa kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Umi Al Faruq menyampaikan, selain menyantuni anak yatim, pada peringatan 10 Muharram atau lebaran anak yatim ini, pihaknya juga menggelar sejumlah perlombaan diantaranya, perlombaan adzan, tahfiz qur’an dan ceramah dengan tema keutamaan bulan Muharram.
“Tadi yang dilombakan diantaranya adzan, tahfiz qur’an dan ceramah. Lomba-lomba ini bertujuan untuk menguji mental anak-anak,” tandasnya. (AM)


