SERANG, – Semangat persatuan dan kolaborasi mewarnai pelaksanaan Reuni Akbar Musisi Banten (REAKSI) yang digelar di D’Bos Café, Kota Serang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini sukses mempertemukan sekitar 300 seniman dan pecinta seni, terdiri dari penyanyi, pencipta lagu, musisi, penari, pelaku fashion, hingga komunitas seni dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
Mengusung tema “Satu Nada, Satu Rasa, Satu Banten”, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen. REAKSI hadir sebagai wadah silaturahmi lintas generasi sekaligus langkah awal membangun kolaborasi yang lebih kuat demi kemajuan seni dan budaya di Banten.
Ketua Pelaksana sekaligus penggagas acara, Trisna Levia, mengatakan REAKSI lahir dari semangat menyatukan seluruh insan seni dalam satu keluarga besar yang saling mendukung dan berkembang bersama.
“Reuni ini bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi awal membangun wadah bersama bagi seluruh seniman Banten. Kami ingin menjadi payung besar yang menyatukan musisi, penyanyi, penari, pelaku fashion, hingga komunitas seni agar semakin solid dan terus berkarya,” ujar Trisna.
Ia menjelaskan, filosofi REAKSI tercermin pada lambang berbentuk payung besar, yang melambangkan perlindungan, kebersamaan, dan komitmen untuk menaungi seluruh seniman Banten tanpa membedakan generasi maupun genre seni.
Bangun Ekosistem Seni yang Lebih Kuat
Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga membahas pentingnya membangun ekosistem seni yang lebih sehat melalui sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata.
Ke depan, REAKSI diharapkan berkembang menjadi organisasi yang mampu menjembatani kepentingan para seniman dengan berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu program yang akan didorong adalah memperbanyak ruang pertunjukan bagi musisi lokal melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, hotel, restoran, kafe, dan destinasi wisata di Banten.
Langkah tersebut diyakini akan membuka lebih banyak peluang berkarya bagi talenta lokal sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Perjuangkan Kesejahteraan Seniman
Selain memperluas panggung pertunjukan, kesejahteraan seniman juga menjadi perhatian utama dalam forum diskusi. Para peserta berharap adanya penguatan sistem perlindungan hak cipta serta pengelolaan royalti yang lebih optimal bagi pencipta lagu dan penyanyi.
Trisna Levia yang juga dikenal sebagai pemilik 14 album dangdut dan penerima Anugerah Royalti Dangdut Indonesia, berharap sistem royalti musik di Indonesia terus berkembang sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku musik.
Meriahkan Kebersamaan Lintas Generasi
Suasana reuni berlangsung hangat dan penuh nostalgia. Para musisi dari berbagai generasi tampil menghibur peserta melalui pertunjukan musik pop, dangdut, popdut, hingga berbagai kreasi seni lainnya.
Kebersamaan yang terjalin dalam REAKSI menjadi bukti bahwa para pelaku seni di Banten memiliki semangat yang sama untuk terus berkarya, menjaga persaudaraan, serta berkontribusi dalam memajukan seni dan budaya daerah.
Melalui semangat “Satu Nada, Satu Rasa, Satu Banten”, REAKSI diharapkan menjadi payung besar yang mampu menyatukan seluruh insan seni Banten, memperkuat kolabora si, serta melahirkan berbagai program yang berdampak positif bagi perkembangan industri kreatif dan kesejahteraan para seniman di masa mendatang.



