PANDEGLANG — STKIP Syekh Manshur menggelar Seminar Pendidikan dan Bedah Buku di aula kampus dengan mengusung tema “Bedah Buku, Bedah Wawasan, Pendidikan Bermartabat Berlandaskan Kuat.” Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi akademik yang menyoroti pentingnya budaya literasi, pendidikan bermartabat, serta tantangan dunia pendidikan di era digital. Seminar itu dilaksanakan di Aula STKIP Syekh Manshur, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan diikuti mahasiswa semester dua hingga semester enam dari berbagai program studi di STKIP Syekh Manshur. Selain itu, seminar juga dihadiri mahasiswa dari luar kampus, pelajar, civitas akademika, serta tamu undangan dari sejumlah perguruan tinggi di Banten.
Turut hadir dosen dan akademisi dari FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Mathla’ul Anwar yang ikut memberikan dukungan terhadap penguatan budaya literasi dan pengembangan pendidikan yang bermartabat.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Syekh Manshur, Dr. H. Kosasih. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan harus mampu menjaga kualitas dan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membangun etika, moral, dan budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya saat membuka kegiatan seminar.
Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. H. Fadhullah, Eka Rosdianwinata, dan Dr. H. Masrupi. Ketiganya membahas berbagai persoalan pendidikan, penguatan budaya literasi, hingga tantangan dunia pendidikan di era digital.
Ketua pelaksana kegiatan, Omah Mukaromah, menyampaikan bahwa seminar tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pengembangan wawasan dan peningkatan budaya literasi di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan kemampuan berpikir kritis di lingkungan akademik. Pendidikan dinilai perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai moral dan karakter bangsa.
Diskusi berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta yang aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan mengenai kondisi pendidikan saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, seminar pendidikan dan bedah buku diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga mampu mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya pendidikan yang kritis, bermartabat, dan berlandaskan budaya literasi yang kuat.


