Pandeglang, – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Syekh Manshur Masa Khidmat 2025–2026 sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ke-V yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026.
Mengusung tema “Manifesto Kader Mujahid yang Cakap Secara Keilmuan dan Gerakan dalam Merawat Peradaban”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi formal PMII untuk membentuk kader yang berintegritas, memiliki kapasitas intelektual, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh berbagai materi strategis yang mencakup nilai-nilai dasar PMII, keislaman, kebangsaan, kepemimpinan, analisis sosial, hingga penguatan gerakan organisasi. Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mengikuti diskusi, dinamika kelompok, serta evaluasi yang dirancang untuk membangun karakter kader yang kritis, progresif, dan bertanggung jawab.
Ketua Pelaksana PKD Ke-V, Gamal Arya Mandalika, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda kaderisasi formal, melainkan bagian dari ikhtiar organisasi dalam melahirkan kader yang mampu mengintegrasikan keilmuan dengan gerakan nyata di tengah masyarakat.
“PKD bukan hanya proses pengkaderan, tetapi juga ikhtiar mencetak kader yang memiliki kapasitas intelektual, semangat perjuangan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” ujar Gamal.
Ia berharap tema yang diangkat pada PKD Ke-V dapat melahirkan kader-kader PMII yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, daya pikir kritis, serta komitmen merawat peradaban dengan berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat kebangsaan.
Melalui penyelenggaraan PKD Ke-V, PK PMII Syekh Manshur Masa Khidmat 2025–2026 kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kaderisasi sebagai fondasi organisasi dalam mencetak generasi pemimpin yang berkualitas, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, dan siap mengabdi kepada umat, bangsa, serta negara.


