SERANG, – Program jemput bola door to door serta layanan langsung ke lingkungan warga yang digencarkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten disambut baik oleh masyarakat lantaran dianggap memudahkan akses hingga menghemat waktu.
Salah seorang warga Kota Serang, Alfarhatun (27) mengapresiasi program jemput bola dari Bapenda Banten. Dia merasa sangat terbantu, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu dan akses untuk membayar Pajak ke kantor pelayanan resmi.
“Saya mendukung, karena pasti sangat membantu masyarakat. Nah kan biasanya kalau mau bayar pajak harus meluangkan waktu ke kantor layanan resmi, harus antre lagi, kalau petugasnya yang datang langsung ke rumah, prosesnya ngga butuh waktu lama tentu ini sangat membantu kami,” ucapnya, Kamis 27 Agustus 2026.
Hal serupa disampaikan, Alamsyah (50) warga Pontang, Kabupaten Serang, mendukung penuh program door to door Bapenda. Dia mengaku, pihaknya selama ini selalu taat pajak, dengan program tersebut akan memudahkan layanan warga.
“Saya terus terang senang dengan program ini karena memudahkan bisa dari rumah, tapi harus disosialisasikan dulu biar kami dapat edukasi dari pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bapenda Banten Berly Rizki Natakusumah menjelaskan, jika inovasi door to door ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan Wajib Pajak (WP), sekaligus memberikan kemudahan akses layanan publik secara transparan.
Selain mempercepat penerimaan pendapatan daerah, kata Berly, pendekatan langsung ini efektif untuk menyapa dan mendengarkan kendala perpajakan yang dialami warga di lapangan.
Dia berharap, melalui kemudahan pelayanan yang dihadirkan di depan pintu rumah warga ini, partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah melalui pembayaran pajak tepat waktu dapat terus meningkat.
“Kita berusaha humanis dalam melaksanakan tugas nanti dan berupaya selalu untuk memberikan edukasi dan literasi bagaimana pajak itu berdampak kepada pembangunan Banten,” katanya.
Dalam pelaksanaanya, Bapenda menerjunkan 960 pegawai untuk mendatangi langsung ke rumah wajib pajak dengan pola door-to-door.
“Seluruh pegawai Bapenda Provinsi Banten memiliki target 10 tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan, setiap bulannya satu pegawai 10. Dengan kondisi pegawai jumlah sekitar 960, kita bisa setiap bulan menargetkan capaian 9.600 tunggakan yang bisa dibayarkan,” terangnya.
Selain itu, Berly juga merencanakan penagihan tunggakan akan melibatkan RT/RW setempat, untuk menggedor rumah para wajib pajak. Dia berharap, pola tersebut berjalan efektif untuk menggenjot pendapatan.
“Setelah acara pekerjaan selesai sekitar jam 4, jam pelayanan selesai kita langsung melaksanakan tugas, bisa malam atau Sabtu-Minggu,” pungkasnya. (ADV)



