SERANG, – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten terus memperkuat komitmen untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui serangkaian strategi untuk memperkokoh kemandirian fiskal daerah hingga mempercepat berbagai program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Jajaran Bapenda tak henti bekerja meningkatkan penerimaan pajak, kini tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Lebih dari itu, transformasi sistem secara menyeluruh mulai dari pendataan hingga proses penagihan terus ditingkatkan tak lain agar target pendapatan tercapai maksimal.
Program Intensifikasi dan eksentifikasi pajak dalam memaksimalkan penerimaan dari wajib pajak telah digencarkan hingga mencari potensi sumber pajak baru untuk memperkuat basis data.
Kepala Bapenda Banten, Berly Rizki Natakusumah mengakui, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor untuk mengoptimalkan seluruh potensi pajak daerah baik dari sektor yang sudah berjalan maupun potensi baru yang terus dioptimalkan. Potensi pajak di sektor energi, sumber daya mineral, dan alat berat harus terkelola secara optimal untuk memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
“Bapenda terus berupaya mempercepat realisasi pendapatan dengan melakukan intensifikasi dan eksentifikasi pajak, memperkuat data wajib pajak, dan meningkatkan sinergi lintas perangkat daerah, karena kami ingin setiap potensi pendapatan di banten dapat dimaksimalkan,” ucap Berly, Rabu 26 Agustus 2026.
Tak ingin bergantung pada PKB, Bapenda Banten juga berkomitmen mengoptimalkan pajak air permukaan.
Kini, petugas Bapenda telah mendata dan memetakan perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan air permukaan agar membayar pajak ke daerah.
“Kita akan melakukan intervensi beberapa hal yang khususnya berkaitan langsung dengan beberapa perusahaan air minum yang masih menggunakan tarif rumah tangga. Sedangkan, pemanfaatannya itu dimanfaatkan oleh perusahaan. Jadi dijual ke perusahaan, kami akan menertibkan itu untuk mengingatkan kembali bahwa mereka seharusnya menggunakan tarif yang industri,” katanya.
Disisi lain, 960 pegawai di lingkungan Banten juga ditugaskan untuk mengejar tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) langsung ke rumah wajib pajak dengan pola door-to-door atau jemput bola.
“Seluruh pegawai Bapenda Provinsi Banten memiliki target 10 tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan, setiap bulannya satu pegawai 10. Dengan kondisi pegawai jumlah sekitar 960, kita bisa setiap bulan menargetkan capaian 9.600 tunggakan yang bisa dibayarkan,” jelasnya.
Menurutnya, melalui skema door-to-door secara humanis diharapkan masyarakat untuk lebih patuh dalam membayar pajak.
“Kita berusaha humanis dalam melaksanakan tugas nanti dan berupaya selalu untuk memberikan edukasi dan literasi bagaimana pajak itu berdampak kepada pembangunan Banten,” pungkasnya. (ADV)



