SERANG, – Kepala Bapenda Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah menegaskan jika manfaat perolehan pajak bukan sekadar masuk ke kas daerah, melainkan kembali secara langsung ke tangan masyarakat.
Menurutnya, APBD Banten direalisasikan secara konkret dalam bentuk berbagai proyek pembangunan infrastruktur dasar, fasilitas umum, dan penguatan sektor sosial di seluruh wilayah Banten. Transformasi hasil pajak ini dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perbaikan kualitas hidup dan konektivitas antar daerah.
“Masyarakat harus tahu bahwa pajak kendaraan ini akan kembali ke warga dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang manfaatnya nyata langsung dirasakan oleh masyarakat Banten,” ujar Berly saat dikonfirmasi, Selasa 25 Agustus 2026.
Berly memaparkan, setiap rupiah yang disetorkan masyarakat secara langsung dikembalikan kepada masyarakat. Dia bilang, manfaat Pajak Kendaraan bagi Pembangunan dapat dilihat dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur antara lain pemeliharaan jalan umum, perbaikan jembatan, pembangunan drainase penanggulangan banjir, serta penerangan jalan umum.
Selain itu, peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan mulai pembangunan dan modernisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Puskesmas, serta penyediaan fasilitas kesehatan gratis/subsidi bagi warga.
Kemudian, lanjut Berly, fasilitas umum dan transportasi publik, dirasakan melalui pengadaan dan pengelolaan moda transportasi umum daerah yang kini sudah dijalankan hingga penyediaan ruang publik yang aman dan nyaman.
Tak henti disitu, pajak juga dapat mendukung pendidikan dan perekonomian, di mana pembiayaan program pendidikan daerah, pelatihan kerja, serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis BUMD dan UMKM
Oleh sebab itu, Berly mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor secara tepat waktu.
“Ayo datang ke Samsat bayar pajak, akses pelayanan kita permudah untuk masyarakat,” terangnya.
Selain membayar pajak, kata Berly, masyarakat juga harus mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan selama berkendara.
“Kita hadirkan kolaborasi sinergi antara pemerintah, aparat kepolisian, Jasa Raharja, dan masyarakat. Kami ingin dapat membangun budaya tertib administrasi kendaraan, taat pajak, serta disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat,” tandasnya (ADV)



