SERANG, UPDATENEWS.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten berupaya memperkuat dampak investasi asing maupun domestik terhadap perekonomian lokal.
Langkah ini diwujudkan melalui perluasan kemitraan antara pelaku industri besar dengan UMKM serta penyiapan tenaga kerja vokasi siap pakai.
Inisiatif tersebut dibahas dalam Forum Dialog Strategis Road to Banten Investment Forum atau BIF 2026 bertema “Penguatan Kemitraan Usaha dan Penyiapan SDM Vokasi Siap Kerja untuk Mendukung Investasi Berkualitas di Provinsi Banten” di Serang, Rabu, 30 September 2026.
Upaya ini sejalan dengan kinierja investasi Banten yang masuk dalam jajaran lima besar nasional. Pada triwulan II 2026, ekonomi Banten tercatat tumbuh 5,49 persen (yoy), disokong oleh realisasi investasi semester I 2026 yang menembus angka Rp66,3 triliun.
Asisten Daerah III Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menegaskan bahwa indikator keberhasilan investasi saat ini tidak hanya diukur dari besarnya masukannya arus modal.
“Kualitas investasi dinilai dari sejauh mana modal tersebut menyerap tenaga kerja lokal, memperkuat rantai pasok UMKM, memfasilitasi alih teknologi, serta memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat,” kata Rina dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti, memetakan tiga prioritas penguatan investasi di daerahnya.
Selain memperluas kemitraan investor dengan pengusaha lokal dan penyiapan SDM vokasi, pemerintah daerah berfokus menyelesaikan berbagai hambatan (debottlenecking), terutama urusan lahan, tata ruang, infrastruktur, dan regulasi lingkungan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menyampaikan bahwa BI Banten secara konsisten mendampingi UMKM dari hulu ke hilir (end-to-end).
Langkah ini mencakup korporatisasi, peningkatan kapasitas, hingga fasilitasi business matching.
Saat ini, BI Banten membina 68 UMKM di bawah program SIKEPANG serta mengarahkan 439 UMKM mitra agar masuk dalam rantai pasok industri skala besar.
“Kami ingin memastikan arus investasi yang masuk dapat menyerap kapasitas UMKM lokal secara optimal, sehingga manfaat ekonominya terasa langsung oleh pelaku usaha di Banten,” ujar Sofwan.
Sebagai bentuk aksi nyata, forum ini menyediakan sesi konsultasi one-on-one dan jejaring bisnis (networking).
Sesi tersebut mempertemukan kebutuhan kebutuhan kualifikasi industri dengan penyedia pendidikan vokasi serta UMKM lokal.
Rangkaian Road to BIF ini merupakan pemanasan menuju gelaran puncak Banten Investment Forum atau BIF 2026 yang disinergikan dengan Karya Kreatif Banten atau KKB.
Pameran dan forum investasi tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Ballroom Hotel DoubleTree dan Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang Selatan. (RED)


